Monday, January 12, 2009

Don’t compromise – speak it!

Don’t compromise – speak it! 

Yos. 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Ayat di atas mengingatkan kita akan hal-hal yang harus kita lakukan ketika Tuhan sudah menyatakan rancangan-Nya dalam kehidupan kita : 

1. Jangan kompromi dengan apa yang Tuhan nyatakan, kita harus berani memperkatakannya, speak it! Sebelum memasuki tanah Kanaan, Yosua diingatkan Tuhan untuk terus menerus memperkatakan janji-janji Tuhan, apa yang Tuhan nyatakan kepada bangsa Israel seperti yang tertulis dalam kitab Taurat. Mengapa kita harus memperkatakannya terus menerus? Karena iman timbul dari pendengaran, pendengaran akan Firman Allah.

2. Merenungkan janji Tuhan terus menerus siang dan malam. Tidak hanya memperkatakan janji-janji Tuhan, tetapi kita harus merenungkannya terus menerus agar iman kita semakin dibangkitkan.

Saat kita mulai memperkatakan dan merenungkan setiap janji-janji Tuhan, maka segala yang kita lakukan akan berjalan sesuai dengan apa yang Tuhan janjikan. Bukan hanya itu, perjalanan serta masa depan kita akan berhasil dan selalu beruntung. Kalau kamu rindu untuk berhasil dan beruntung dalam perjalanan masa depanmu, mulailah memperkatakan dan merenungkan setiap janji-janji Tuhan yang diberikan dalam hidupmu. 

Sumber: www.a2gcommunity.org

Don’t doubt that God is God

Don’t doubt that God is God 

(The All Sufficient One)



Yer. 29:11: Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Mengapa kita sering meragukan bahwa Tuhan sudah merancangkan masa depan yang penuh harapan?


1. Karena kita tidak mengenal Allah sebagai Bapa dalam kehidupan kita.

Bayangkan jika kita punya bapa seorang presiden, apakah kita ragu akan masa depan kita? Mungkin sekali tidak. Nah, bayangkan kita punya Bapa yang menciptakan dunia ini, Allah yang sanggup mencukupkan apapun yang kita butuhkan dan Bapa yang merencanakan rancangan damai sejahtera dalam kehidupan kita.


2. Karena kita tidak berpegang teguh kepada janji-janji dalam Firman-Nya.


3. Karena kita tidak mempercayakan hidup kita sepenuhnya kepada Tuhan. 

Dalam bahasa Inggris, kata believe (percaya), sangat berbeda dengan trust (mempercayakan). Percaya hanya di mulut saja, tetapi kadang tidak terwujud dalam, tetapi mempercayakan artinya total apa yang kita ucapkan itu yang kita lakukan. Sama seperti Abraham yang percaya Tuhan sanggup membangkitkan orang yang sudah mati, maka ketika Tuhan memintanya mempersembahkan Ishak, Abraham pun melakukannya, dan di Gunung Muria Abraham lebih lagi mengenal Allah sebagai Jehova Jireh, ”Allah yang menyediakan”.

Yer. 32:27 Behold, I am the LORD, the God of all flesh: is there anything too hard for me?

Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya kepada Tuhan, all things are possible. Mari kita belajar mempercayakan kehidupan kita sepenuhnya total kepada Tuhan.


Sumber: www.a2gcommunity.org

Six Steps To Start A Dream


Six Steps To Start A Dream

1. Don’t doubt that God is God (the all sufficient One)
Jangan ragu tentang bagaimana kita bisa menggenapi mimpi yang Tuhan sudah taruh dalam kehidupan kita. Allah kita adalah Allah yang besar&dahsyat, Pencipta dunia ini. Ia sanggup mencukupi apa yang kita perlukan.
Behold, I am the LORD, the God of all flesh: is there any thing too hard for me? (Yer. 32:27, KJV).

2. Don’t limit God – Seek Him through dreams, vision, ideas
Jangan batasi Tuhan, tetapi cari Tuhan lewat mimpi, visi dan ide-ide yang baru, Tuhan akan menyatakan lebih dari yang kita pikirkan dan doakan.

3. Don’t compromise – speak it! Say “I will do what God has shown/told me“
Ketika Tuhan sudah memberikan mimpi, visi ataupun ide-ide yang besar jangan kompromi, tetapi ucapkan itu, terus perkatakan bahwa kita akan melakukan apapun yang Tuhan nyatakan kepada kita.

4. Don’t compromise – write it! 
Kita harus menuliskan mimpi-mimpi dan ide-ide yang Tuhan beri dalam kehidupan kita.

5. Don’t sit – MOVE !
Jangan hanya duduk-duduk saja tetapi mulai melangkah, mulai buat goal setting untuk mengenapi mimpi yang Tuhan beri.

6. Don’t quit, persist until you succeed 
Jangan menyerah, kita harus tekun sampai kita berhasil menggenapi mimpi yang Tuhan beri.

Mari kita memulai mimpi yang Tuhan beri dalam kehidupan kita!

Sumber: www.a2gcommunity.org

Thursday, January 8, 2009

MEMILIH PASANGAN HIDUP ADALAH KEPUTUSAN PENTING

MEMILIH PASANGAN HIDUP ADALAH KEPUTUSAN PENTING


Beberapa pengambilan keputusan yang penting dalam hidup kita, diantaranya dalam memilih jurusan sewaktu sekolah di SLTA, perguruan tinggi, memilih pekerjaan dan memilih calon pasangan hidup kita. Perikop kita pada saat ini berbicara tentang bagaimana proses mengambil keputusan dalam memilih pasangan hidup yang benar?

 

BUDAYA DALAM PROSES MENCARI PASANGAN HIDUP

Pada perkawinan dalam budaya waktu itu, peranan orang tua lebih besar dalam  mengatur, menentukan dan mengambil keputusan siapa calon pasangan hidup bagi anaknya. Ini berkenaan dengan cara pandang orang tua yang mengharapkan kebahagian hidup anaknya. Dari sisi si anak tidak ada keberatan karena inilah keputusan benar yang telah dilakukan orang tuanya. Karena sudah sama-sama memiliki komitmen awal bahwa walau belum mengenal pasangannya, perkawinan yang telah terjadi harus diikuti dengan cinta abadi. Hal ini berbeda di jaman modern sekarang ini, si anak lebih besar peranannya dan memiliki kebebasan dalam mengambil keputusan menentukan calon pasangan hidupnya. Orang tua hanya berperan mengarahkan dan memberi nasehat.

 

PROSES RIBKA DIPINANG ISHAK

Perkawinan Ishak dan Ribka merupakan perkawinan yang diatur orang tua. Abraham mengutus pelayanannya Eliaser mencarikan calon istri bagi Ishak dengan memegang janji Tuhan pada Kej 24 : 7 mencarikan calon istri buat anaknya dari keturunan saudaranya yang juga taat kepada Tuhan. Bukan orang Kanaan yang dikenal keras, kejam dan dikutuk Tuhan. Dalam menjalankan tugasnya Eliezer tidak mengenal saudara2 Abraham, tidak tahu siapa bakal calon istri yang tepat bagi anak tuannya. Tidak mengenal karakter calon istri yang sesuai dengan Ishak. Apa yang harus dilakukan pada saat seperti ini. Eliezer datang kepada Tuhan dengan berdoa meminta tanda (Kej 24 : 12 – 14), Doanya : anak gadis yang memberikan air minum dari buyungnya buatnya dan unta-untanya, dialah anak gadis yang dipilih Tuhan untuk pasangan hidup bagi Ishak anak tuannya. Didalam doa Eliezer tersebut terdapat karakter yang diharapkan yaitu rendah hati, ketaatan dan mau melayani. Dan doa itu terjawab dengan datangnya Ribka anak Betuel (Betuel anak Nahor saudara Abraham). Proses selanjutnya Eliezer menemui orang tua Ribka menyampaikan visi dan misinya, orang tua Ribka setuju dan menyerahkan keputusan akhir kepada Ribka. Dan Ribka mau mengikuti Eliezer menjadi istri bagi Ishak.

 

PENANTIAN ISHAK DAN KESEDIAAN RIBKA

Penantian Ishak di tanah Negeb menggambarkan keseriusannya menantikan calon istrinya. Tidak mudah di jaman sekarang, anak yang dijodohkan orang tuanya mau menerima begitu saja saran orang tuanya dengan serius. Kesediaan Ribka mengikuti Eliaser orang asing yang belum dikenal benar merupakan pengambilan keputusan secara iman : sekalipun belum pernah melihat dia, namun mengasihi, percaya kepada dia sekalipun sekarang tidak melihat dia. Bisa kita bayangkan ketika pertemuan Ribka melihat Ishak, seandainya yang ia lihat jauh dari apa yang ia bayangkan? Apa yang terjadi? Apakah ia lari dan kembali? Ternyata tidak demikian yang terjadi, keputusan Ribka dengan iman yang benar dengan menyertakan Tuhan didalam rencananya, memberikan jawaban yang benar membahagiakan dan tidak mengecewakannya.

 

PESAN YANG DISAMPAIKAN DARI CERITA ISHAK DAN RIBKA

Dari kisah Ishak dan Ribka ini kita mendapat pelajaran berharga dalam mencari pasangan hidup :

  1. Janji Tuhan itu pasti. Kej 24 : 7 digenapi, Abraham mendapatkan menantu dari keturunan saudaranya sendiri sesuai dengan janji Tuhan walaupun prosesnya lewat orang lain yaitu Eliezer pelayannya sendiri.
  2. Proses Perkawinan melewati penjodohan orang tua yang tidak memaksakan kehendaknya, tetap membawa kebahagiaan. Banyak juga perkawinan yang melewati proses romantic love gagal ditengah jalan.
  3. Mencari pasangan hidup ditempat yang benar. Eliezar tidak mencari pasangan bagi Ishak di kampung orang Kanaan. Ia mencari pasangan bagi Ishak di tempat dimana orang2 juga menyembah Tuhan yang benar. Artinya syarat pertama adalah seiman.
  4. Minta pertolongan Tuhan melewati doa. Eliezar berdoa memohan pimpinan Tuhan (Kej 24 : 12). Demikianlah juga hendaknya yang kita lakukan sebagai orang tua dan juga anak yang mencari pasangan hidupnya. Dengan berdoa berarti kita mengakui keterbatasan yang ada, dan sekaligus mengakui keutamaan Tuhan didalam kehidupan kita. Tuhan akan memberikan petunjuk bahwa ialah pasangan hidup yang tepat.
  5. Minta pertimbangan orang lain. Bisa orang tua, saudara, teman yang akan memberikan masukan yang berharga dalam mengambil keputusan. Ribka pun sebelum ia akhirnya bersedia mengikuti Eliezer, terlebih dahulu mendengarkan pendapat dari keluarganya (Kel 24:51 , 58-61)

AMIN

Ambillah waktu

Ambillah waktu untuk BERPIKIR, karena itulah SUMBER KEKUATAN.
Ambillah waktu untuk MEMBACA, karena itulah DASAR KEBIJAKSANAAN.
Ambillah waktu untuk BERMAIN, karena itulah RAHASIA UTK TETAP MUDA.
Ambillah waktu untuk BERDIAM DIRI, karena itulah KESEMPATAN MENCARI TUHAN.
Ambillah waktu untuk BERPEDULI, karena itulah KESEMPATAN MENOLONG ORANG LAIN.
Ambillah waktu untuk TERTAWA, karena itulah MUSIK BAGI JIWA.
Ambillah waktu untuk BERSAHABAT, karena itulah JALAN KEBAHAGIAAN.
Ambillah waktu untuk MENGASIHI & DIKASIHI, karena itulah ANUGERAH ALLAH YG TERBESAR.
Ambillah waktu untuk BERDOA, karena itulah KEKUATAN TERBESAR DI BUMI INI.

Salam Hangat, Tuhan Memberkati