skip to main |
skip to sidebar
MILIKILAH HIKMAT KARENA SETIAP HARI KESEMPATAN MENUNGGU KITA.
Permulaan hikmat adalah takut akan TUHAN, dan mengenal Yang Mahakudus adalah pengertian. (Amsal 9:10)
Selama lebih dari seratus tahun, orang Swiss menetapkan standar keunggulan dalam pembuatan arloji. Tahun 1968, mereka menguasai 65 persen pasar dunia dan diperkirakkan 80 persen dari labanya. Sepuluh tahun kemudian, sebagian pasar mereka kurang dari 10 persen dan selama tiga tahun berikutnya lebih dari separuh dari Enampuluh Lima Ribu pembuat arloji di Switzerland menjadi pengangguran.
Saat ini pemimpin dunia dalam pembuatan arloji adalah Jepang. Tahun 1968, orang Jepang tidak memiliki bagian dalam pasar arloji. Lalu mereka mulai membuat arloji dengan digeragkan kuarsa (quartz) elektronik sepenuhnya. Hasilnya jauh lebih akurat daripada arloji mekanis, arloji ini dapat berfungsi selama bertahun-tahun dengan satu batere kecil.
Siapa yang menemukan arloji yang digerakkan kuarsa? Penemunya adalah orang Swiss! Para periset Swiss mempresentasikan arloji kuarsa kepada para pembuat arloji Swiss tahun 1967, namun mereka menolaknya, mereka berkata bahwa itu tak akan pernah bisa berjalan. Para pembuat arloji Swiss menolak mentah-mentah gagasan tersebut sehingga para periset tidak melindungi gagasan mereka dengan hak paten. Ketika belakangan mereka yaitu para penemu arloji Swiss yang digerakkan oleh quarsa tersebut mempresentasikan penemuan mereka dalam sebuah konversi arloji internasioanl, wakil-wakil dari Seiko dan Texas Instruments langsung menyambarnya.
Kesempatan-kesempatan di sekeliling kita akan bisa kita raih jika kita memili hikmat yang berasal dari Tuhan!
Alkitab berkata “Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas, dan mendapat pengertian jauh lebih berharga dari pada mendapat perak.” (Amsal 16:16)
MILIKILAH ROH YANG MENYALA-NYALA
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11)
Ketika William Carey pertama kali mulai mempertimbangakan kemungkinan pergi ke India sebagai seorang misionari perintis, ayahnya mengatakan bahwa ia tidak memiliki kualifikasi akademik yang membuatnya sesuai untuk tugas seperti itu. Carey berkata pada ayahnya, “Aku akan berusaha!”
Berusaha mungkin bukan suatu kecakapan, namun jika Kita dapat benar-benar menemukan satu hal yang dapat kita lakukan dengan baik, yang kita nikmati dalam melakukannya, lalu berusaha mengembangkan ketremampilan itu dengan gigih, maka Kita memiliki kemungkinan besar untuk berprestasi.
Ketika Carey pergi ke India, inilah kegiatannya sehari-hari : Ia bangun pukul 5:45 pagi untuk membaca satu pasal alkitab Ibrani dan renungan pribadi nya. Pukul 7 pagi memimpin doa keluarga di Bengali, belajar bahasa Persia dengan seorang tutor dan sarapan, ia menerjemahkan bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Inggris. Pukul 10 pagi ia pergi ke kampus untuk mengajar sampai pukul 2 siang, lalu menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Bengali sampai saat makan malam.
Setelah santap malam awal, ia menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Sansekerta dan mempelajari bahasa Telugu sampai ia berkhotbah di sebuah kongregasi berbahasa Inggris pada pukul 7.30 malam. Sekitar pukul 9 malam ia menerjemahkan lagi selama dua jam, menulis surat kepada seorang sahabat di Inggris, membaca sebuah pasal dari Perjanjian bahasa Yunaninya, dan akhirnya beranjak tidur.
Usaha yang sedemikian keras dan tekun menghasilkan banyak buah bagi Injil!
Mari kita sama-sama membuat roh kita menyala-nyala dalam melayani Tuhan, sehingga kita dapat memberikan kontribuasi yang berarti dalam Kerajaan Allah!
HIDUP PRODUKTIF (BERBUAH) DALAM KERAJAAN ALLAH
Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. (Yohanes 15:16)
Kebanyakan orang berpikir bahwa John Wesley adalah seorang pengkhotbah yang kuat, dan memang ia demikian. Apa yang tidak diketahui banyak orang, bagaimanapun juga adalah betapa produktifnya dia dalam Kerajaan Allah. Ia menyampaikan rata-rata tiga khotbah sehari selama Lima Puluh Empat Tahun, berkhotbah seluruhnya lebih dari 44.000 kali dalam hidupnya. Dalam melakukan ini, ia melakukan perjalanan dengan menunggang kuda dan naik kereta kuda lebih dari 200.000 mil kira-kira 5.000 mil setahun. Bahkan bagi seseorang yang sangat produktif sekalipun, itu tampaknya akan membutuhkan upaya sepenuh waktu.
Masih saja John Wesley menemulan waktu untuk menulis dan mengedit. Kata-katanya yang diterbitkan termasuk empat jilid uraian penjelasan seluruh Alkitab, karya lima jilid tentang filosofi natural, karya empat jilid tentang sejarah gereja, dan sebuah kamus bahasa Inggris. Ia juga menulis sejarah Inggris dan Roma, tata bahasa Ibrani, Latin, Yunani, Prancis dan Inggris, tiga karya tulis tentang ilmu kedokteran, enam jilid karya musik gereja, tujuh jilid khotbah dan tulisan-tulisan kontroversial, dan ia mengedit rangkaian karya tulis limapuluh jilid yang dikenal sebagai “The Christian Library”
Ia biasanya bangun pukul 4 pagi dan beristirahat pukul 10 malam, hanya menggunakan waktu singkat untuk makan. Namun ia menyatakan, “Saya memiliki lebih banyak waktu istirahat pribadi daripada siapa pun di Inggris.”
Mengapa John Wesley bisa sedemikian produktif dalam kerajaan Allah ? Ia mengungkapkan bahwa apapun yang ia lakukan setiap saat dalam hidupnya yang Ia pikiran adalah “menghasilkan buah” untuk Kristus.
Mari kita sama-sama produktif dalam Kerajaan Allah!
KEGAGALAN ADALAH BAGIAN DARI KESUKSESAN
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
(Mazmur 37:23-24)
Banyak kita sering patah semangat takala berada dalam kegagalan bahkan banyak orang pada akhirnya menyerah atas masalah yang besar yang dihadapi dalam kehidupannya. Sebelum kita menyesali diri atas kegagalan yang tengah kita hadapi atau yang ‘mungkin’ akan kita hadapi, terlebih dahulu ada baiknya kita menyimak kisah nyata berikut ini.
Pada tahun 1816, Ia dan keluarganya dipaksa keluar rumah kontrakkan karena orang tuanya tidak sanggup lagi membayar sewanya.
Pada tahun 1818, Ibunya meninggal dunia saat Ia masih berusia sangat muda.
Pada tahun 1831, Ia mengalami KEGAGALAN dalam bisnis.
Pada tahun 1832, Ia mencalonkan diri pada Dewan Perwakilan negara bagiannya, akan tetapi Ia mengalami kekalahan yang sangat telak.
Pada tahun 1833, Ia meminjam uang dari teman-temannya untuk berbisnis tapi Ia mengalami kebangkrutan dan akibatnya Ia harus membanting tulang selama 17 tahun untuk bisa melunasi hutang-hutangnya.
Pada tahun 1834, Ia kembali mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan di negara bagiannya dan kali ini Ia menang.
Pada tahun 1835, Ia bertunangan dan memutuskan untuk menikah akan tetapi kekasihnya meninggal sehingga hatinya hancur berkeping-keping.
Pada tahun 1836, Ia terkena serangan penyakit saraf total dan harus terbaring di tempat tidur selama 6 bulan.
Pada tahun 1838, Ia berusaha menjadi juru bicara di Dewan Perwakilan negara bagiannya tapi Ia menuai kekalahan.
Pada tahun 1840, Ia berusaha jadi anggota Badan Pemilihan Umum tetapi Ia kembali menuai kekalahan.
Pada tahun 1843, Ia berusaha menjadi anggota kongres Amerika Serikat tapi ia kembali GAGAL.
Pada tahun 1846,
Ia kembali mencalonkan diri jadi anggota kongres Amerika Serikat dan kali ini Ia berhasil kemudian Ia pergi ke ibukota Amerika Serikat.
Pada tahun 1848, Ia kembali mencalonkan diri menjadi anggota Kongres Amerika Serikat tapi kali ini Ia KALAH BESAR.
Pada tahun 1849, Ia melamar pekerjaan di kantor urusan pertanahan tapi Ia mengalami penolakan.
Pada tahun 1854, Ia mencalonkan diri menjadi anggota senat tapi Ia kembali menuai kekalahan.
Pada tahun 1856, Ia berusaha mendapatkan pencalonan sebagai Wakil Presiden melalui konvensi nasional partainya tapi Ia kalah dengan hanya memperoleh suara kurang dari seratus suara.
Pada tahun 1860, Setelah TIDAK PERNAH BERHENTI MENYERAH DAN TIDAK TAKUT TERHADAP KEGAGALAN, maka pada akhirnya Ia terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat.
Motto Hidupnya adalah :
Jalan itu licin dan menggelincirkan, satu kakiku terpeleset di atasnya, menendang kaki lainnya keluar dari jalur, namun aku kembali tegak dan berkata-kata kepada diriku sendiri ‘Itu cuma terpeleset dan aku tidak jatuh’
Orang itu bernama ABRAHAM LINCOLN
Untuk mencapai anak tangga yang namanya SUKSES kita harus melalui anak tangga yang bernama GAGAL. Tiada KESUKSESAN tanpa KEGAGALAN!
Carlos dan Manuel adalah pedagang pisang di pasar. Dulunya kedua orang itu adalah sahabat sejak kecil. Namun setelah mereka bersama-sama menjual pisang, Carlos merasa iri karena toko Manuel lebih ramai.
Tidak heran, karena Carlos selalu meggunakan cara-cara yang licik dalam berdagang. Ia memanipulasi timbangannya supaya mendapatkan untung lebih. Carlos juga mencari keuntungan dengan menjual pisang yang kurang baik, tetapi ia menipu dengan mengatakan kalau pisangnya adalah yang terbaik. Ia selalu memakai kata-kata ini ketika berdagang, “Jangan membeli di toko Manuel, ia adalah seorang yang licik. Ia tidak pernah mengeluarkan buah pisang yang baik ketika menjual. Berhati-hatilah kalau berbelanja di sana.”
Sebaliknya Manuel adalah seorang pedagang yang baik. Ia tidak terlalu memusingkan keuntungan. Ia juga berharap kalau Carlos sahabatnya mau kembali bertsman dengannya, sehingga ia selalu berkata kepada pembelinya, “Jangan lupa untuk mampir ke toko Carlos. Disana ia selalu menjual pisang terbaiknya.”
Pembeli pisang di kedua toko itu merasa bingung dengan perkataan Carlos dan Manuel yang bertolak belakang. Lalu mereka mulai berpikir, jika toko Carlos selalu mengeluarkan pisang terbaiknya, padahal yang mereka lihat adalah pisang yang buruk, maka berarti toko Carlos hanya menjual pisang yang kurang baik. Tetapi Carlos bilang, di toko Manuel tidak pernah mengeluarkan pisang terbaiknya padahal mereka selalu menemukan pisang terbaik di toko itu, berarti Manuel masih menyimpan pisang-pisang yang lebih baik di gudangnya.
Sikap apa yang kamu miliki ketika temanmu mendapat promosi? Apa reaksimu ketika orang lain memuji buah pelayanan temanmu, tanpa menyinggung apa yang sudah kamu lakukan.. hari ini ayo kita introspeksi diri. Buang setiap kedengkian, iri hati dan kesombongan. Itu semua hanya membuat busuk dari dalam.
God bless u all..