Monday, January 19, 2009

Spirit of Hero


Spirit of Hero

Suatu kali Tuhan mengutus 12 pemimpin dari 12 suku bangsa Israel untuk mengintai tanah Kanaan. Mereka pergi bersama-sama dan pulang dengan 2 respon yang berbeda.

Respon 10 pengintai :
... memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya. 
..."Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita." ...."... negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami." (Bil. 13:27-29, 31-33).

Ciri – ciri orang yang tidak memiliki roh seorang pahlawan :
1. Melihat dengan kacamata mereka sendiri ( Fakta bukan kebenaran ) 
2. Mempercayai fakta lebih daripada kebenaran 
3. Tidak memegang janji-janji Tuhan 
4. Mengucapkan perkataan negatif 

Bandingkan dengan respon 2 orang pengintai :
... "Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!" ... TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis (mereka roti). Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka." ... (Bil. 13:30; 14:6-10).

Ciri-ciri orang yang memiliki roh seorang pahlawan :
1. Melihat dengan kacamata Tuhan.
2. Mempercayai kebenaran lebih dari pada fakta.
3. Memegang teguh janji-janji Tuhan.
4. Mengucapkan janji-janji Tuhan.

Bagaimana agar kita memiliki roh seorang pahlawan? 
1. Lakukan segala sesuatu dengan segenap hati, pikiran dan kekuatan – Fokus kepada Tuhan dan JanjiNya.
2. Bertanggung jawab terhadap apa yang Tuhan sudah percayakan dengan melakukan lebih dari yang diminta.
3. Berkomitmen penuh. Berani ambil resiko dan membayar harganya.

Sebagai anak muda, mental apakah yang kita miliki ketika menghadapi kondisi dan situasi yang menekan kehidupan? Mental yang terus berjuang atau mudah menyerah. Mari, kita renungkan ayat-ayat firman Tuhan di atas serta prinsip-prinsip kebenaran firman Tuhan agar kita memiliki roh seorang pahlawan.

Sumber a2g community

Rebuild Your Wall


Rebuild Your Wall

“Lagi kering nih...” 

“Gak tune in, males dan bete banget ngurusin masalah rohani lagi, kayak gak ada yang lain aja.”

“Itu tuh yang dulu paling radikal, sekarang udah parah banget…”

“Gimana dong, semua juga lagi drop, pada males ke komsel nih…”

Mungkin hari-hari ini kita begitu familiar dengan celoteh-celoteh seperti itu. Apa yang terjadi? Begitu banyak anak Tuhan yang meninggalkan kasih mula-mula dan hidup dalam dosa. Suatu kali saya diingatkan Tuhan bahwa orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota (Ams. 16:32b). Kenapa kita mudah jatuh dan sulit bangkit hari-hari ini?

Suatu kali Nehemia dikejutkan dengan kabar bangsanya yang sedang dalam kesukaran besar dan ada dalam keadaan tercela. Tembok Yerusalem terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar. Teman-teman, hati kita sama seperti sebuah kota yang berkubu, jika kota itu sudah tidak punya tembok dan pintu gerbang, artinya kita sudah kalah dan setiap saat bisa diserang musuh.

Nehemia memberi teladan beberapa hal yang ia lakukan dalam upaya membangun tembok Yerusalem, dan dia berhasil.

1. “Aku menanyakan…” ay. 3 -> kita mesti mengerti betul situasi dan kondisi hati kita saat ini. Tanpa mengetahui permasalahannya dengan tepat, kita tidak akan mendapatkan solusi yang tepat, jadi mari selidiki hati dan cari tahu akar masalah kita.

2. “… aku berpuasa dan berdoa…” ay. 4 -> Nehemia merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menyadari ketidakmampuannya untuk membangun kembali kotanya. Kita memerlukan keberanian dan kerendahan hati buat mengakui ketidakmampuan kita memulihkan hati yang telah hancur akibat dosa dan kesalahan kita. Banyak orang tahu mereka hidup dalam dosa, tapi tidak punya kekuatan untuk bangkit karena mereka tidak merendahkan diri.

3. “… Berbalik kepada-Ku dan mengikuti perintah-Ku…” ay. 9 -> “Perubahan bukanlah perubahan sampai terjadi perubahan.” Langkah pamungkas yang Nehemia lakukan adalah bertobat. Bukan cuma tidak melakukan dosa, namun mengikuti perintah-Nya. Tidak melakukan dosa bukanlah bertobat, ini hanya seperti menunggu bom waktu meledak, tapi melakukan yang benar adalah hal terbaik yang dapat dilakukan oleh kita untuk kembali membangun kota hati kita. Selamat mencoba.

Sumber: a2g community

3 Kunci Hidup Yang Berbahagia


3 Kunci Hidup Yang Berbahagia

Pastinya tidak ada orang yang tidak ingin berbahagia dalam hidupnya. Tapi tak semua orang tahu caranya. Nah, sebagai anak Tuhan, kita memegang kunci tersebut! Yuk, belajar dari Firman Tuhan dalam 1 Tesalonika 5:16-18: “Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.”

1. Bersukacitalah senantiasa
Gampang jika keadaan kita baik-baik saja, tetapi bagaimana jika keadaan kita berjalan buruk? Dapatkah kita bersukacita? Dalam Mazmur 34:2, tercatat saat Daud berpura-pura gila untuk menyelamatkan diri dari Abimelekh: “Aku hendak memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” Di saat kesesakan sekalipun Daud tetap memuji Tuhan, bahkan di segala waktu! Mari kita renungkan janji-janji Tuhan di dalam Mazmur 34:18-20: “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu; Ia melindungi segala tulangnya, tidak satupun yang patah.

2. Tetaplah berdoa
Tuhan berjanji akan mendengar doa kita dan melepaskan kita dari segala kesesakan, kemalangan orang benar memang banyak tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.

3. Mengucap syukur dalam segala hal
Sebulan yang lalu Tuhan mengajar saya tentang bersyukur. Saya baru membeli HP. Suatu kali HP saya terjatuh dan hilang. Tuhan mengajar saya untuk tidak marah kepada orang yang mengambilnya dan belajar bersyukur karena saya diizinkan memakai HP itu meskipun hanya 15 hari. Ketika saya belajar bersyukur, damai sejahtera dari Tuhan mengalir dalam hidup saya. Ingin berbahagia dan mendapat kekuatan dari Tuhan? Yuk praktekkan ke-3 kunci ini terus menerus dalam hidup kita!

sumber: a2g community

Monday, January 12, 2009

Balance of LIFE


Balance of LIFE

Mat. 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Ayat ini seringkali disalahgunakan dengan mengartikan Kerajaan Allah sama dengan pelayanan. Tidak salah, tapi kebenarannya tidak utuh. Mencari Kerajaan Allah adalah mencari kehendak Allah dalam tiga aspek hidup kita: keluarga, pelayanan dan pekerjaan. 

Saat kita melakukan kehendak Allah, kita akan mengalami penambahan berkat. 

Sebaliknya, jika kita tidak melakukan prinsip Kerajaan Allah, kita akan mengalami ketimpangan. Mungkin kita sukses dalam pelayanan, tapi saat pulang ke rumah, kita tidak menjadi gembala bagi keluarga.

Bagaimana agar kita memiliki keseimbangan hidup?

Pertama, sadari bahwa hidup kita seperti sebuah tong. Setiap kali kita melakukan sesuatu yang baik, seperti berdoa, merenungkan Firman, melakukan hobi, air pun memenuhi tong. Tapi saat kita melayani, memberi konseling, bekerja keras, air itu mengalir keluar. Saat kita terlalu sibuk, lupa istirahat, bahkan lupa berdoa, hidup akan menjadi tidak seimbang, dan akhirnya kita mengalami kekeringan.

Kita hanya punya waktu 24 jam yang harus dibagi untuk tiga bagian besar dalam hidup kita. Namun keseimbangan bukan soal 24 jam dibagi 3, namun bagaimana kita mengatur titik berat ketika salah satu dari ketiga hal di atas sedang membutuhkan perhatian kita.

Kedua, temukan sahabat yang bisa menjadi ‘tong sampah’, tempat kita bercerita.

Terakhir, tekun mencatat jurnal sebagai pengingat akan perjalanan hidup kita. Saat kita lemah dan membaca catatan pekerjaan tangan Tuhan dalam hidup kita, kita akan memperoleh kekuatan.

Selamat hidup seimbang.

Sumber: www.a2gcommunity.org

Kingdom People


Kingdom People 
(Penghuni Kerajaan Allah = Murid Kristus)

Yohanes 15 : 16 berkata “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.”

Selanjutnya, Yesus berkata, Inilah perintah-Ku kepadamu: “Kasihilah seorang akan yang lain.” (ay. 17)

Orang-orang yang tinggal di dalam Kerajaan Allah pasti menuruti perintah ini, yaitu mengasihi seorang akan yang lain. Siapa saja yang harus kita kasihi?

1. Di ayat ke-16 dikatakan bahwa kita dipilih oleh Tuhan dan DIA menetapkan kita untuk pergi dan menghasilkan buah dalam hidup kita dan buah itu tetap. Artinya, kita harus pergi dan menghasilkan murid Kristus atau bahasa kerennya, memuridkan orang lain supaya mereka mengenal Kristus dalam hidup mereka. Sama seperti pohon mangga yang menghasilkan buah mangga, maka seorang penghuni Kerajaan Allah seharusnya menghasilkan penghuni Kerajaan Allah lainnya (murid Kristus menghasilkan murid Kristus lainnya). Serta mengasihi jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan (kita DITETAPKAN untuk melakukan ini). 

2. Dan tentunya, seorang penghuni Kerajaan Allah pasti harus mengasihi penghuni Kerajaan Allah lainnya. Bagaimana bila terjadi konflik? Tentu kita harus tetap mengasihi karena ini adalah perintah.

Sumber: www.a2gcommunity.org