Mat 16:18-19 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini AKU akan mendirikan jemaat-KU (MY CHURCH) dan Alam Maut (the GATES of Hades) tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan Kunci Kerajaan Sorga (the KEYS of The Kingdom of Heaven) . Apa yang kauikat (BIND) di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan (LOOSE) di dunia ini akan terlepas di sorga."
Sejak pertama kali Yesus mendirikan GerejaNYA, Dia sudah berkata Gereja diberikan Otoritas Kerajaan Allah untuk menghancurkan Pintu-pintu Gerbang Kerajaan Setan yang menguasai setiap Kota. Gereja memiliki Kunci-kunci Kerajaan Surga untuk menutup Pintu-pintu Gerbang Kerajaan Setan, untuk mengikat/ melarang roh jahat dan melepaskan/ mengijinkan Roh Allah bekerja.
Ada 3 karakteristik utama untuk menjadi Gereja Kesaksian Kerajaan Allah seperti ini:
1.KEPEMIMPINAN BERHATI BAPA
Kepemimpinan dalam Gereja haruslah memiliki Gaya Hidup Yesus. Ciri utama kepemimpinan Yesus adalah menjadi BAPA. Yoh 14:7 Sekiranya kamu mengenal AKU, pasti kamu juga mengenal BAPA-KU. Sekarang ini kamu mengenal DIA dan kamu telah melihat DIA." Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah BAPA itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami." Kebutuhan terbesar umat Tuhan adalah menemukan Pemimpin Jemaat sebagai Bapa/Ibu Rohani bagi mereka. Seringkali di gereja, Kepemimpinan hanya berfungsi sebatas Koordinator/ Ketua tetapi belum menjadi Bapa/Ibu Rohani. Bapa Rohani selalu menginvestasikan hidupnya untuk memaksimalkan Anak-anak Rohaninya. Pemimpin bukanlah seorang ”Superstar/ one man show” tetapi menjadi Pelatih/ Mentor untuk setiap jemaat dapat bertumbuh dan berfungsi maksimal sesuai Panggilan Allah bagi mereka masing-masing.
2.NILAI KERAJAAN ALLAH
Ada 2 nilai luhur dalam Kerajaan Allah yaitu KEHAMBAAN dan KESATUAN. Fil 2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang HAMBA, dan menjadi sama dengan manusia. Yesus adalah Kepala/ Pemilik/ Pendiri Gereja, kita adalah Hamba-hambanya. Nilai Kehambaan harus dimulai dari Keteladanan Gembala Sidang sampai terimpartasi ke seluruh para pelayan. Gereja yang memiliki Roh Kepemilikan (di tingkat Gembala, Donatur, Koord Dept.) akan menjadi penghalang untuk gereja itu dapat memobilisasi setiap orang percaya menjadi maksimal.
Yoh 17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi SATU, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Gereja Kesaksian Kerajaan Allah adalah gereja yang mencintai Tubuh Kristus bahkan rela berkorban untuk membangun Kesatuan Tubuh Kristus di setiap Kota. Saat ini kita harus melawan Roh Denominasi dan Roh Persaingan yang membuat Tubuh Kristus sakit.
3.VISI KERAJAAN ALLAH
Ef. 1:22-23 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi SEMUA dan SEGALA SESUATU. Kol 1:19-20 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan SEGALA SESUATU dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus. Yesus berkata bahwa Gereja yang adalah TubuhNYA harus mempunyai 2 visi/misi:
1.PENGINJILAN: membawa setiap ORANG didamaikan dengan Allah Mobilisasi setiap orang percaya dimuridkan untuk melakukan Pelayanan Orang Percaya (Kesaksian, Kesembuhan Batin, Pelepasan, Kesembuhan/Mujizat dan Pemuridan)
2.TRANSFORMASI: membawa SEGALA SESUATU didamaikan dengan Allah Gereja tidak menjadi Institusi yang terpisah dengan dunia tetapi bahkan menjadi Pusat Pelatihan, Penghubung dan Pengutus setiap Murid Kristus menghadirkan Kerajaan Allah di setiap bidang Kehidupan (Bisnis, Pendidikan, Sosial/Kemiskinan, Politik, Sport, Seni/Musik, Media dll.) Inilah Rencana Tuhan di akhir zaman yaitu memulihkan gerejaNYA untuk menjadi Gereja Kesaksian Kerajaan Allah. Mat. 24:14 Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
[Budi Setiawan, Fasilitator Nasional BIP]
Friday, October 24, 2008
Gereja Kesaksian Kerajaan Allah
Monday, October 20, 2008
Jangan Menahan Kebaikan
Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
(Amsal 3:27)
Renungan:
Seorang perempuan tua yang lusuh dan lapar duduk mengemis di pinggir jalan raya, saat itu anda sedang melewati jalan tersebut dan melihat pengemis tersebut, apa yang akan anda lakukan? Menjadi berkat bagi pengemis itu atau melewatinya saja tanpa peduli? Amsal ini berkata Janganlah menahan kebaikan! Dengan kata lain, kita tidak boleh enggan, takut, bermalas-malasan atau berbelok kejalan lain ketika kesempatan untuk melakukan perbuatan baik itu ada didepan kita. Jika kita mampu melakukan kebaikan tersebut, mengapa kita tidak melakukannya? Allah kita adalah Allah yang penuh kasih, menyembuhkan, membangun, memulihkan dan menguatkan. Jika kita diciptakan segambar dan serupa dengan Allah, mengapa kita tidak juga melakukan perbuatan-perbuatan baik seperti yang Allah lakukan bagi umat-Nya?
Refleksi:
1.Seberapa sering kita mengulurkan tangan kita untuk orang-orang yang berhak menerimanya?
2.Apakah kita sudah menjadi rekan sekerja Allah yang baik bagi orang-orang di sekitar kita?
Repetisi:
1.Tempatkan kata “Peduli” dihati kita.
2.Memberi adalah suatu kehormatan dari Tuhan, jika kita mampu memberi untuk orang lain, berarti Tuhan mempercayai kita untuk dipakai-Nya.
Belajar dan Mendengar
Baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan.
(Amsal 1:5)
Renungan:
Belajar adalah jalan untuk menjadikan seorang maju. Seorang pembesar tidak mungkin hanya bersantai-santai untuk menjadikan ia berhasil tanpa belajar dengan sungguh-sungguh. Thomas Alfa Edison - seorang penemu lampu pijar -, dalam eksperimennya ia mengalami kegagalan sebanyak 9000 kali, bahkan ia berkata beruntung menemukan 8999 cara yang salah dalam membuat bola lampu (www.pikiran-rakyat.com). Thomas Alfa Edison tak pernah berhenti untuk belajar, hingga membuat ia berhasil untuk menjadi pengubah dunia dengan temuan-temuannya. Amsal di atas dikatakan adalah baik untuk kita menambah ilmu. Ketika kita berhenti untuk belajar, berarti kita berhenti untuk menjadi orang sukses.
Refleksi:
1.Apakah saya masih memiliki spirit yang antusias untuk belajar?
2.Apakah saya masih tetap bangkit untuk belajar dari setiap kesalahan yang saya buat dalam hidup saya?
Repetisi:
Belajar tidak pernah membuat kita rugi, untuk itu miliki tekad untuk terus belajar.
Melayani Kristus bukan manusia
Melayani Kristus bukan manusia
Seorang utusan injil yang setelah bertahun-tahun melayani di Afrika dengan penuh pengorbanan kembali ke negerinya. Di dalam kapal yang ditumpanginya ada Presiden Theodore Roosevelt yang baru kembali ke Amerika Serikat setelah berburu binatang di Afrika. Ketika kapal itu tiba di pelabuhan New York, rakyat banyak menyambut presiden itu dan para wartawan hadir disana untuk membuat laporan tentang peristiwa tersebut. Utusan injil tua beserta istrinya itu lalu berjalan keluar dari kapal tanpa diperhatikan orang dan meneruskan perjalanan mereka menuju sebuah hotel yang murah untuk menginap sebelum pergi menuju bagian barat Amerika Serikat.
“Sama sekali tidak adil!” kata utusan injil itu kepada istrinya dengan nada yang agak kesal. “Kita mengabdikan hidup kita di Afrika untuk memenangkan jiwa bagi Kristus, dan pada waktu kita kembali ke negeri kita, tidak ada seorangpun yang menyambut kita dan kita tidak menerima hadiah apapun. Sedangkan presiden telah menembaki banyak binatang dan ia menerima sambutan yang meriah!”
Pada waktu mereka berdoa sebelum istirahat, Tuhan berbicara kepada mereka, “Tahukah kamu mengapa kamu belum menerima hadiahmu, anak-anakKu? Karena kamu belum pulang!”
Jadi, kita harus melayani Kristus, bukan melayani manusia. Kita akan menerima hadiah dari Kristus, bukan dari manusia.
“Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung...supaya kamu mengikuti jejak-Nya” (1 Petrus 2:19-21)
sumber: Secangkir Sup bagi jiwa anda #1, Metanoia Publishing
Kaisar Bijak
Dahulu, di negeri Cina, hiduplah seorang kaisar yang adil.
Suatu saat sang kaisar mengalami musibah yang menyebabkan pendengarannya hilang. Ia menangis tersedu-sedu. Kerabat dan para menterinya pun ikut menangis.
Tetapi kaisar berkata: "Aku menangis bukan karena pendengaranku hilang, tetapi karena tidak bisa lagi mendengar keluhan dan pengaduan rakyatku. Mulai saat ini perintahkan kepada semua rakyatku untuk tidak memakai baju merah, kecuali mereka yang terzalimi dan terampas hak-haknya, agar aku bisa melihatnya karena aku tak bisa lagi mendengar."
Orang yang baik tak pernah kehilangan akal untuk berbuat adil. Walaupun kehilangan salah satu organ tubuh, namun tak menghalanginya untuk berbuat bijak.
Sumber: www.sahabatsurgawi.net