Showing posts with label Emosional. Show all posts
Showing posts with label Emosional. Show all posts

Thursday, September 25, 2008

4 Langkah Pemulihan Emosional Manusia

4 Langkah Pemulihan Emosional Manusia

Hati yang luka sering kali melumpuhkan hidup seseorang, bukan hanya dalam jiwanya tapi juga pada tubuh dan bahkan mempengaruhi hubungan pribadinya dengan Tuhan. Berikut 4 langkah pemulihan dari masalah emosional manusia:

Image

1. Temukan imajinasi/ kata-kata/ ingatan yang menimbulkan masalah emosional.
Situasi, orang maupun barang bukanlah penyebab masalah emosional manusia, tetapi bagaimana kita memandang situasi yang kita-lah yang menentukan emosi dalam diri kita. Imajinasi/ kata-kata/ ingatan yang buruk menjadi penyebab masalah emosional yang kita hadapi.

2. Akui imajinasi/ kata-kata/ ingatan tersebut di hadapan Tuhan dan manusia.
Setelah kita menemukannya, kita perlu mengakuinya di hadapan Tuhan dan manusia karena keterbukaan adalah awal dari pemulihan (Yak 5:16a). Tanpa kita mengakui dan menyadari bahwa itu adalah salah dan menjadi penghalang kita berhadapan dengan Tuhan, kita tidak akan pernah disembuhkan dari masalah emosional dalam hidup kita.

3. Alami Kristus (Kasih, kuasa dan Kebenaran-Nya).
Setelah kita mengakuinya, kita perlu menggantinya dengan kebenaran Firman Tuhan. Ijinkan Tuhan menggantinya melalui pengalaman baru, rhema dari kebenaran Firman Tuhan, pengalaman dalam komunitas dan doa dari orang lain.

4. Tunduk kepada Firman Tuhan.
Setelah mengalami Kristus, kita perlu menjaganya dengan cara tunduk pada kebenaranNya karena itulah yang akan memerdekakan kita seutuhnya. Rhema saja tidaklah cukup, kita perlu tinggal dalam kebenaran yang memerdekakan hidup kita.

Anda Emosional?

Anda Emosional?

Langkah-langkah untuk mengatasi Problem Emosional

Image

1. Identifikasi apa yang saudara rasakan
Sebelum kita masuk ke dalam proses pemulihan dari problem emosional, kita perlu terlebih dahulu jujur terhadap perasaan/emosi apa yang sedang berkecamuk dalam diri kita. Apa yang sesungguhnya saudara rasakan? Marah, kecewa, direndahkan, frustasi, depresi, tidak berdaya, …. Ketika kita mengetahui dengan pasti perasaan apa yang sedang muncul, barulah pemulihan dapat kita alami kemudian.
Perlu kita sadari, adalah wajar untuk saudara mengalami perasaan tertentu walaupun perasaan itu mungkin tidaklah menyenangkan. Perasaan adalah seperti “alarm” yang bekerja untuk menunjukkan apa yang ada dalam pikiran kita, karena kita tidak selalu tahu apa yang ada dalam pikiran kita tetapi perasaan akan menunjukkannya.

2. Pemulihan:
a. Temukan
Perasaan bersumber dari apa yang kita pikirkan. Jika kita memikirkan dan merenungkan kebenaran, maka sukacita dan damai sejahtera (perasaan yang menyenangkan) yang akan dihasilkan. Jadi langkah pertama adalah menemukan pikiran atau kepercayaan salah yang menjadi sumber dari problem emosional yang kita alami.
b. Akui
Kepercayaan salah merupakan salah satu bentuk penyembahan berhala yang perlu kita akui di hadapan Tuhan. Kepercayaan salah inilah yang membuat kita tidak dapat merasakan sukacita dan damai sejahtera dari Sang Sumber yaitu Tuhan sendiri.
c. Alami
Mulailah ubah kepercayaan kita dan gantilah dengan kebenaran. Kita perlu membuang semua tipu muslihat dengan kebenaran. Biarkanlah kebenaran itu mengubah hidup kita. Baca, renungkan dan ucapkanlah kebenaran itu, sampai kebenaran tersebut menjadi bagian (iman) dalam hati dan mengubah pikiran kita (metanoia).
d. Tunduk dan Taat
Setelah kita mengalami perubahan pikiran dan memiliki kebenaran dalam hati kita, kita perlu mentaati kebenaran tersebut. Perasaan yang tidak menyenangkan dapat kembali menghantui kita begitu ketidaktaatan kita lakukan sebagai akibat ketidakpercayaan kita.

Selamat memiliki hidup yang berkemenangan dan bebas dari konflik emosional!!

sumber: Personal Development Assitance Community (PDA.COM)