Sunday, March 8, 2009

APAKAH YANG ANDA CARI DI DALAM HIDUP INI?


APAKAH YANG ANDA CARI DI DALAM HIDUP INI?

Pada suatu hari yang cerah, tampak pemandangan yang mencengangkan. Sebarisan panjang manusia yang antri membentang sepanjang sejarah dan kelihatan samar-samar sesuai urutan lahir. Beberapa nama yang dikenal sebagai pahlawan iman: Adam, Habel, Henokh, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub dan Daud. Ada suara yang bertanya kepada Daud, ”Apa yang kamu cari dalam hidup ini? Mengapa kamu bertahan dalam penderitaan? Adakah yang belum memuaskan hatimu?” Lama tidak terdengar suara. Lalu Daud menjawab, “Aku mencari Tuhan.” 

 Kemudian Daud menjelaskan maksudnya demikian: Aku telah menulis hal itu dalam kitab Mazmur. Dalam Mazmur, aku menulis seperti ini, “Hatiku mengikuti firman-Mu: 'Carilah wajah-Ku'; maka wajah-Mu kucari, ya TUHAN.” (Mazmur 27:8). Mengapa harus mencari wajah Tuhan? Karena hidup ini penuh dengan rintangan, kesukaran dan berbagai halangan lain. Hanya orang yang mencari wajah Tuhanlah yang akan luput dari segalanya. Ketika masalah datang menerpa hidup ini, Tuhan menjadi jawaban satu-satunya yang dapat dipercayai. Itulah sebabnya, aku menulis ayat berikut ini untuk melukiskan rasa syukurku kepada Tuhan, “Janganlah menyembunyikan wajah-Mu kepadaku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka; Engkaulah pertolonganku, janganlah membuang aku dan janganlah meninggalkan aku, ya Allah penyelamatku!”(Mazmur 27:9).

Ketika seorang manusia yang lemah mencari Tuhan, maka semua kebutuhan lain pun akan ditambahkan padanya. Itulah sebabnya Yesus berkata, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu,” (Mat 6:33). Apa yang Anda cari dalam hidup ini? Jikalau Anda mencari Kerajaan Allah dan kebenaran yang dirindukan oleh Tuhan, maka semua hal yang lain akan ditambahkan kepada Anda. Apakah kita rindu untuk memiliki hati seperti Daud? Ia mencari Tuhan sepanjang hidupnya. Ketika ia mencari Tuhan dengan segenap hati, maka Tuhan menolong dia dalam melewati masa-masa yang paling gelap di dalam hidupnya. Dan Daud telah menjadi contoh dan teladan yang baik bagi kita bahwa ketika kita mencari Tuhan di dalam hidup ini, maka Allah akan memuaskan hidup kita.

TIGA LANGKAH HIDUP DALAM KERAJAAN ALLAH


TIGA LANGKAH HIDUP DALAM KERAJAAN ALLAH

Setiap anggota jemaat Abbalove Ministries didorong untuk menghadirkan KERAJAAN ALLAH di dalam setiap bidang kehidupan yang digelutinya sehari-harAdd Imagei. Bagaimanakah cara praktis mempraktekkan kehadiran Kerajaan Allah? Ada 3 prinsip yang dapat dilakukan untuk mempraktekkan hal tersebut. Ketiga prinsip ini disebut 3B, yaitu:

1. Berjalan dengan Kristus
Bagaimanakah caranya berjalan dengan Kristus? Artinya kita mati terhadap sifat ego kita yang ingin menonjolkan diri kita sendiri. Kita harus hidup seperti Yesus Kristus hidup, yakni mendahulukan kepentingan orang lain. Kata Yesus, “Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah. Barangsiapa mencintai nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, tetapi barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal. Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situ pun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa,”(Yohanes 12:24-26).


2. Belajar dari Kristus 
Bagaimanakah caranya belajar dari Kristus? Artinya cara hidup kita mencerminkan hidup Kristus sendiri. Yesus berkata, “Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."(Matius 11:29-30). Prinsip ini adalah prinsip yang paling praktis untuk kita lakukan untuk belajar dari Kristus.

3. Serupa dengan Kristus.
Tidak ada contoh pribadi lain yang dapat kita jadikan teladan dari pada apa yang telah dilakukan oleh rasul Paulus. Ia berkata, “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku,”(Galatia 2:19-20). Jika kita ingin menjadi serupa dengan Kristus, maka tidak ada jalan lain selain kita hidup sesuai firman Tuhan. 

PERUBAHAN HATI YANG TERJADI SECARA RADIKAL


PERUBAHAN HATI YANG TERJADI SECARA RADIKAL

Pada suatu siang di kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, sekelompok siswa sebuah Sekolah Negeri mengeroyok salah seorang teman kelas mereka di taman sekolah. Sebenarnya anak yang dipukuli ini adalah geng di kelas mereka selama dua tahun, tetapi tiba-tiba ia berubah menjadi lembut. Sehari sebelumnya, ia memukuli 5 siswa satu demi satu di dalam kelas. Namun pada esok harinya, ia mengumpulkan mereka di dalam taman dan berkotbah tentang Yesus kepada mereka yang dipukulinya itu. Hal ini membuat teman-temannya heran dan membalas dendam kepadanya. Ada sesuatu yang belum pernah mereka dengar sebelumnya adalah ia berkata pada teman-teman yang mengeroyok dirinya, “Yesus mengasihi kamu, saya juga mengasihi kamu.” Karena kata-katanya itu, ia dikeroyok oleh teman-temannya yang merasa telah dijajah selama dua tahun tersebut. Namun itulah perubahan hati yang terjadi secara radikal.

Mengapa anak yang nakal ini tiba-tiba berubah tingkah lakunya menjadi anak yang baik dan lugu? Karena kuasa perubahan hati telah dikerjakan oleh Allah di dalam hatinya. Paulus yang sebelumnya juga adalah seorang penganiaya orang Kristen, justru diubah hatinya oleh Tuhan saat ia bertemu dengan Yesus di tengah jalan ke Damsyik. Karena itu, Paulus menulis pengalaman tersebut demikian,”Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami,”(II Kor 5:17-18). 
 Banyak orang Kristen ingin mengubah diri mereka tanpa membiarkan Tuhan mengubah hati mereka terlebih dahulu. Padahal pernyataan yang benar adalah transformasi dalam hidup kita dimulai dari hati, yaitu perubahan dari dalam dan bukan dari luar. Jadi, jangan terlalu berpatokan pada perubahan yang terjadi di luar dan melupakan esensi yang sebenarnya yakni perubahan atau transformasi hidup yang dimulai dari hati. Ketika hati seseorang berubah, maka perubahan itu akan mempengaruhi perubahan yang ada di luar dirinya. Mari, milikilah perubahan hati yang radikal untuk hidup dalam Kerajaan Allah.

OTORITAS KERAJAAN ALLAH ADALAH KUASA YANG TAK TERBENDUNG.


OTORITAS KERAJAAN ALLAH ADALAH KUASA YANG TAK TERBENDUNG.

Kerajaan Allah juga diumpamakan seperti sebuah batu. Pada awalnya memang kecil, tetapi ia akan semakin besar sampai memenuhi bumi. Hal ini terlihat dalam mimpi raja Nebukadnezar dari Babel yang mendapatkan mimpi dari Allah yang membuat dia terperangah. Daniel mencatat mimpi Nebukadnezar dengan tafsiran yang diberikannya. Nebukadzesar bermimpi melihat sebuah patung yang besar dan menakutkan. Kata Daniel, “Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi,”(Daniel 2:34-35). Apakah kita masih takut dengan jumlah minoritas kita? 

Sebenarnya Allah ingin memberitahukan kepada kita melalui mimpi Nebukadnezar tersebut, bahwa Kerajaan yang akan didirikan oleh Allah semesta langit adalah Kerajaan yang mempunyai otoritas dahsyat dan tak terbendung. Kerajaan yang didirikan oleh Allah tersebut diumpamakan sebagai sebuah gunung batu yang besar. Artinya kekuasaannya tidak terbendung oleh kuasa apa pun di dunia ini. Setiap anggota Kerajaan Allah adalah merupakan bagian dari gunung batu yang semakin membersar tersebut dan tidak akan pernah terkalahkan oleh kuasa dunia ini. Ini merupakan sebuah jaminan bagi kita untuk tidak takut terhadap kekuasaan dunia ini yang berupa patung yang hancur tak berbekas itu. Hal itu yang membuat Nebukadnezar heran berkata, "Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu." Tidak ada ketakutan di dalam Kerajaan Allah. Lihatlah janji yang diberikan Allah melalui nabi Daniel, “Tetapi pada zaman raja-raja, Allah semesta langit akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi kerajaan itu sendiri akan tetap untuk selama-lamanya, tepat seperti yang tuanku lihat, bahwa tanpa perbuatan tangan manusia sebuah batu terungkit lepas dari gunung dan meremukkan besi, tembaga, tanah liat, perak dan emas itu. Allah yang maha besar telah memberitahukan kepada tuanku raja apa yang akan terjadi di kemudian hari; mimpi itu adalah benar dan maknanya dapat dipercayai,"(Daniel 2:44-45).

Jikalau kita takut, maka kita sedang meremehkan kuasa penaklukan Allah yang tak terbatas tersebut. Kerajaan Allah tidak dapat diintimidasi oleh kuasa setan. Sebab semua kuasa dan kekuatan akan diremukkan tanpa bekas. Jikalau kita sebagai anggota Kerajaan Allah, seharusnya kita merasa berbangga dengan kuasa dan otoritas tak terbatas itu. Kekuasaan dan otoritas Allah adalah otoritas yang tak terbendung. Mari, kita maju bersama Sang Batu Karang, yakni Yesus Kristus.

DUA TIPE PEMBELI HARTA KERAJAAN ALLAH


DUA TIPE PEMBELI HARTA KERAJAAN ALLAH
 
Pada suatu hari yang mendung di sore hari, dua orang anak muda berjalan-jalan di sebuah padang rumput yang luas. Ketika mereka tiba di tengah padang tersebut, tampaklah sesuatu yang mengkilat dari permukaan tanah. Kedua anak itu berjalan mendekati benda tersebut untuk melihat dengan jelas. Pada saat memeriksanya, ternyata ada mutiara yang mereka temukan, namun syarat untuk mengambilnya adalah mereka harus menjual semua yang mereka miliki. Salah seorang anak ini bersorak kegirangan: ia melompat, menari dan bersiul dengan suara yang indah sampai terdengar jauh ke ujung padang yang luas itu. Sedangkan salah seorang anak yang lain, cuma diam, kalam tanpa ekspresi, namun ia memperhatikan dengan sungguh-sungguh. Karena kalem, anak ini hanya diam dan memperhatikan dengan teliti mutiara yang ada di tangannya. Setelah yakin dengan mutu yang ada di dalam mutiara tersebut, ia pergi dan menjual semua harta yang ia miliki untuk membeli mutiara itu. Itulah ilustrasi tentang dua tipe dari orang-orang yang ingin membeli harta Kerajaan Allah. Kedua tipe ini kita temukan dalam perumpamaan Yesus yang terdapat dalam Matius 13:44-46, "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu. Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, ia pun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu." Kedua tipe orang ini sama-sama menjual harta miliki mereka untuk membeli harta Kerajaan Sorga, tetapi reaksi mereka jauh-jauh sangat berbeda. 

1.PEMBELI YANG SANGAT PERIANG         
Orang yang memiliki tipe ini akan bersukacita, melompat-lompat karena ia menemukan suatu kebenaran firman Tuhan tentang hidupnya, seperti menemukan harta yang terpendam (ayat 44). orang ini biasanya responnya meledak-ledak dalam seketika untuk membeli atau membagikan pengalamannya dengan semua orang. Perhatikan dengan seksama orang-orang yang memiliki tipe ini di dalam gereja. Mereka akan bersukacita dengan menangis atau bersorak sukacita ketika menemukan kebenaran firman atau mengalami pencerahan dari firman. Ini adalah ungkapan hati mereka bahwa mereka telah menukarkan apa saja yang mereka miliki untuk menerima harta Kerajaan Allah. Jangan menghakimi, tetapi mendorong mereka untuk bertumbuh dalam Tuhan. 

2.PEMBELI YANG CERMAT UNTUK MENYELEKSI
Orang dengan tipe ini sangat cermat karena menyeleksi atau disebut tipe intelektual. Mereka akan tenang untuk menyelidiki suatu pencerahan baru dan pelan-pelan memperhatikannya. Apabila mereka sudah mampu memilah-milah apa yang mereka temukan itu dengan harga yang pasti, maka mereka akan segera menjual apapun yang mereka miliki untuk membeli mutiara yang indah tersebut. Responnya pelan-pelan, tapi ia akan memilih yang terbaik untuk membelinya. Kita melihat bahwa respon mereka berbeda-beda, tapi mereka punya tipe yang sama yakni menjual semua milik mereka untuk membeli Harta Kerajaan Allah. Arti menjual di sini adalah apa pun yang kita miliki di dunia ini, kita sadar bahwa semuanya adalah milik Tuhan dan kita akan menyerahkan semuanya untuk melayani Dia. Kita hanyalah hamba dan tidak memiliki apa-apa, hanya menyerahkan pada Tuhan untuk dipakai oleh Tuhan demi harta Kerajaan Allah.